Inspirasirakyat.com, Lampung Barat — Jarak dan kondisi akses yang tidak mudah ternyata bukan penghalang bagi SD Negeri Papahan, Kecamatan Belalau, Kabupaten Lampung Barat, untuk ikut ambil bagian dalam Festival Kreasi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Provinsi Lampung 2026.
Sekolah yang berada di wilayah dengan tantangan geografis tersebut tetap menunjukkan semangat untuk hadir dalam ajang yang mempertemukan guru dan tenaga kependidikan dari berbagai daerah di Lampung. Festival GTK 2026 dipusatkan di GOR Aji Saka, Komplek Sekuting Terpadu, Lampung Barat, Selasa (1/9/2026).
Bagi sekolah yang berada di pusat kota, menghadiri kegiatan berskala provinsi mungkin bukan persoalan berarti. Namun bagi SD Negeri Papahan, perjalanan menuju lokasi festival menjadi bagian tersendiri dari perjuangan untuk tetap terhubung dengan perkembangan dunia pendidikan.
Keterbatasan akses tidak membuat para guru dan tenaga kependidikan memilih untuk tinggal di sekolah. Sebaliknya, mereka menunjukkan bahwa kondisi geografis bukan alasan untuk berhenti belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan diri.
Kepala SD Negeri Papahan, Martini, S.Pd., mengatakan antusiasme para guru untuk mengikuti Festival GTK tetap tinggi meski harus menempuh perjalanan dengan kondisi akses yang cukup menantang.
“Walaupun sekolah kami berada di wilayah yang aksesnya cukup sulit, itu bukan menjadi alasan untuk tidak ikut serta. Kami tetap bersemangat karena kegiatan seperti ini penting untuk menambah pengalaman, wawasan dan motivasi bagi guru,” ujar Martini.
Menurut Martini, Festival GTK bukan hanya menjadi ruang untuk melihat berbagai karya dan inovasi pendidikan. Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan bagi para pendidik untuk bertemu dengan rekan sejawat, bertukar pengalaman, sekaligus mendapatkan inspirasi dari berbagai kreativitas yang dikembangkan sekolah lain.
“Yang paling penting adalah semangatnya. Kami ingin menunjukkan bahwa guru yang berada di daerah dengan akses sulit juga memiliki semangat yang sama untuk maju dan berkembang,” katanya.
Keikutsertaan SD Negeri Papahan menjadi gambaran bahwa upaya meningkatkan mutu pendidikan tidak hanya tumbuh dari sekolah-sekolah yang berada di pusat pemerintahan maupun kawasan perkotaan.
Dari wilayah yang relatif jauh, dengan tantangan akses yang tidak ringan, para guru tetap berusaha hadir membawa semangat yang sama: belajar, berkreasi, berbagi, dan memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak di daerah.
Festival Kreasi GTK Provinsi Lampung 2026 akhirnya bukan sekadar panggung untuk memamerkan kreativitas dan inovasi pendidikan.
Bagi SD Negeri Papahan, kehadiran di festival tersebut membawa pesan yang jauh lebih sederhana namun bermakna: jauh dari pusat kota bukan berarti jauh dari semangat untuk maju dan memajukan pendidikan. (Agus Irawan)










